Bunga-bunga Bersejarah
Hari minggu kemarin tepatnya 14 Mei 2009, saya dan suami membingkai bunga-bunga mawar yang udah kering yang pernah dia kasih untuk saya saat kali pertama saya dateng ke Finlandia dan saat pernikahan kami, selain itu kami juga punya bunga mawar kering lainnya dari mertua dan temannya yang mereka kasih ke saya di hari pernikahan kami. Dari awal emang saya sengaja ingin menyimpan sampai kering bunga-bunga itu dan menempelnya di selembar kertas karton putih dan dikasih tulisan tanggal/bulan/tahun dan pada saat momen apa saya dapet bunga-bunga itu, untuk ditempel di dinding sebagai bagian sejarah perjalanan cinta kami
, karena saya yakin suatu hari nanti pasti anak-anak dan cucu-cucu saya pengen tau juga sejarah cinta papa dan mamanya ato kakek dan neneknya, dan seenggaknya bunga-bunga kering itu bisa jadi saksi cinta kami dan “bercerita” pada generasi-generasi kami berikutnya. Hari ini saya dapet lagi setangkai bunga mawar warna merah muda dan sebuah boneka sapi warna merah muda yang mungil dari suami (dia tau banget saya seneng banget ama yang namanya ngoleksi segala sesuatu tentang sapi-sapi lucu)
, dan boneka sapi ini saya kasih nama Picu (saPi luCu) kayaknya bunga yang satu ini bakalan nambah koleksi bunga kering kami, tapi karena hari ini bukan hari spesial buat kami (bukan ultah saya ataupun suami), jadi nanti bakal saya tulis “bunga tanda cinta 1″ dan tanggal 17 Mei 2009 sebagai momen kenapa saya dapet bunga ini. Hmm… kayaknya saya bakalan dapet banyak lagi dan lagi bunga dari suami nanti, soalnya kami yakin masih banyak momen-momen bahagia yang akan kami dapetin nanti, contohnya kehamilan saya, hari ultah saya, kelahiran anak kami, dan momen-momen bahagia lainnya. Semoga pernikahan ini akan abadi slamanya….
Something in English as well
As her husband I’m going to write something in English as well. We finally managed to get married on the 27th of May. Marriage bureaucracy was horrible. Now we are waiting for a permit to stay in Finland. They say it can take up to 6 months. And we have a big wedding ceremony in Indonesia in July. Aaaargh
. But otherwise things are fine. Niken is so nice (even though she gets sad at times but I try to support her as much as I can).
Belajar Yuk….
Hari ini adalah hari pertama saya mengikuti kursus bahasa Swedia, satu kelas terdiri dari 20 orang tapi hari ini yang datang hanya 17 orang. Rata-rata diantara mereka adalah orang yang memang setidaknya tahu tentang bahasa Swedia, lain halnya dengan saya yang hanya baru bisa menghitung 1-100 dalam bahasa Swedia (maklum pendatang baru, dan baru 1 bulan tinggal disini)
. Selain buku pegangan yang memang harus kami miliki, pengajar juga memberikan kami materi tambahan berupa beberapa lembar kertas fotocopy-an, yang membuat saya cukup mumet juga, ditambah lagi pengajar tersebut selain menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, juga selalu menggunakan bahasa Swedia dengan nada bicara yang cepat yang makin membuat saya tambah pusing tujuh keliling dan kelabakan, belum lagi pelafalan Ä, Å, dan Ö yang cukup asing bagi lidah saya, saat ada sesi percakapan dengan sesama siswa, saya mencoba untuk mempraktekkan apa yang telah kami pelajari dengan bertanya hal-hal ringan seperti: Vad heter du?, var bor du? dan lainnya, tapi ditengah-tengah jalan macet dan ujung-ujungnya kami menggunakan bahasa Inggris. Tapi setidaknya kini saya sudah dapat memperkenalkan diri saya sendiri (dalam format yang cukup mudah) Jag heter Niken och jag är från Bandung-Indonesien. Svenska lärt/svårt??
Tak Ada yang Sempurna
Siang ini saya diajak mengunjungi rumah seorang kawan oleh suami, mereka selalu berusaha membuat saya nyaman selama bertamu di rumah mereka, dan karena tahu bahwa (untuk sementara) kemampuan berbahasa asing saya hanyalah bahasa Inggris, mereka pun selalu berusaha untuk menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa percakapan mereka walaupun kadang-kadang sesekali diselipi dengan bahasa Finlandia. Hingga saat ini saya masih beradaptasi terhadap kehidupan baru saya, termasuk bertemu dengan orang-orang baru, bahasa baru, kebudayaan baru, lingkungan baru dan semuanya yang serba baru. Di tengah-tengah kebersamaan dengan keluarga tersebut, tiba-tiba saya teringat akan Bandung dan seketika ingin segera pulang ke rumah menghindari keramaian, dan saya hanyalah manusia biasa yang tak sempurna, walaupun saya berusaha untuk menutupinya, namun raut wajah ini tak dapat berbohong bahwa saya butuh waktu untuk semua adaptasi ini, akhirnya saya pun tak sempat berpamitan pulang kepada mereka dan saya hanya bisa menundukkan kepala saat menuju ke mobil, padahal ini bukanlah sifat saya, saya selalu berusaha untuk menyenangkan hati orang lain, dan sopan dimana pun saya berada.
1 Bulan
Hari ini tepat satu bulan saya berada di Finlandia, sudah mulai dapat menikmati hari-hari saya disamping harus terus belajar untuk beradaptasi. Siang ini hari pertama saya membeli minuman ringan di sebuah toko, tidak menemui kesulitan yang berarti hanya saja saya masih sedikit berbicara paling-paling hanya menyapa kasir dan mengucapkan terima kasih…
Pertama
21 April 2009 yang lalu saya berangkat ke Finlandia tanpa didampingi oleh ibu ataupun adik-adik, karena ini adalah pengalaman pertama kalinya, maka tidak ada dokumen-dokumen lain yang saya persiapkan selain paspor, visa dan tiket penerbangan. Setibanya di pemeriksaan fiskal, saya dibuat kalang kabut karena petugas menanyakan tentang fiskal, akhirnya saya pun harus menukar semua uang Euro yang sudah saya persiapkan ke dalam Rupiah kembali dan membayar biaya fiskal, waktu tersisa sekitar 7 menit lagi untuk segera menemukan pintu keberangkatan saya, sesampainya di ruang tunggu penumpang, muncul kekhawatiran baru lagi, saya tidak membawa sepeser Euro pun di dompet saya……….
Juni 17, 2009